Di Hari HKN,Bupati Majene Serahkan Kendaraan Operasional Bencana dan Bahas Strategi Anggaran PPPK
"Di Hari HKN,Bupati Majene Serahkan Kendaraan Operasional Bencana dan Bahas Strategi Anggaran PPPK
REDAKSINEWS.CO.ID_MAJENE,– Pemerintah Kabupaten Majene menggelar Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) yang dirangkaikan dengan penyerahan kendaraan operasional penanggulangan bencana di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Majene, Senin (19/1).
Bupati Majene, Dr. H. Andi Achmad Syukri Tammalele, bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, beliau menegaskan komitmen pembangunan berkelanjutan melalui visi “Majene Maju, Mandiri, dan Berbudaya dalam Bingkai Religius”. Ia juga mengapresiasi kinerja pelayanan publik Majene yang berhasil meraih peringkat pertama se-Sulawesi Barat.
Sebagai bentuk nyata perlindungan masyarakat, Bupati secara simbolis menyerahkan kendaraan operasional kepada BPBD Majene, yang terdiri dari:
1 Unit Mobil Dapur Lapangan.
1 Unit Mobil Pickup Logistik.
1 Unit Mobil Pemadam Kebakaran tambahan dari pemerintah pusat.
“Semoga fasilitas ini memperkuat kesiapsiagaan kita dalam merespons risiko bencana secara cepat dan tepat,” harap Andi Syukri.
Terkait isu kesejahteraan, Bupati menjelaskan tantangan defisit anggaran sebesar Rp62 miliar dan penurunan DAU sebesar Rp106 miliar pada tahun 2026. Hal ini berdampak pada rencana pembayaran gaji PPPK Penuh Waktu yang diproyeksikan hanya selama enam bulan dalam tahun berjalan.
Bupati menegaskan bahwa opsi ini dipilih setelah mempertimbangkan aspek regulasi dan kemanusiaan, guna menghindari opsi yang lebih ekstrem seperti pemutusan kontrak atau pemotongan gaji secara drastis. Pihak pemerintah daerah akan segera melakukan konsultasi lebih lanjut dengan Kementerian PAN-RB terkait kebijakan ini.
Menutup sambutannya, Bupati menginstruksikan seluruh ASN untuk tetap menjaga integritas dan profesionalisme. “Jangan pernah berhenti berinovasi demi menciptakan layanan publik yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.
Upacara ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Majene, Sekda Majene, unsur Forkopimda, para pimpinan OPD, serta instansi vertikal lainnya. ( Wid)

