BREAKING NEWS

Ini Identitas 5 Oknum Anggota TNI AL yang Diduga Lakukan Penganiayaan kepada Guru SMK di Melonguane

"Ini Identitas 5 Oknum Anggota TNI AL yang Diduga Lakukan Penganiayaan kepada Guru SMK di Melonguane

REDAKSINEWS.CO.ID_TALAUD , SULAWESI UTARA SULUT - SABTU ,(24/01/2025)

Identitas , lima oknum anggota TNI AL yang terlibat kasus dugaan penganiayaan terhadap Berkam Sawiduling seorang guru SMK di Melonguane, Kabupaten Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, akhirnya terungkap. 

Mereka yakni, Trisma, Niko T, Idil, Mario dan satu lagi inisial M. 

Komandan Kodaeral VIII, Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Ops memastikan kelima pelaku tersebut akan diproses hukum. 

"Atas nama pemimpin TNI AL, kami tidak mentolerir segala bentuk tindakan tidak terpuji dan melanggar hukum yang dilakukanoleh anggota TNI AL," tegas dia. 

Saat ini, oknum-oknum TNI AL yang terlibat langsung dengan kejadian ini, sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh Polisi Militer TNI Angkatan Laut dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Saat ini, situasi di Melonguane telah kembali kondusif," ujar dia. 

Ungkap dia, pihak Lanal Melonguane sendiri telah menyerahkan bantuan pengobatan dan tali asih kepada korban.

Selanjutnya, Danlanal Melonguane melakukan koordinasi dan mediasi dengan Pemerintah Daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta keluarga korban, untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.

"Namun proses hukum tetap berlanjut," kata dia.

Dirinya mengimbau masyarakat di Kabupaten Kepulauan Talaud untuk tetap tenang.

"Kami memastikan bahwa proses hukum terhadap oknum aparat TNI AL tersebut dilakukan secara transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujar dia. 

Dirinya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat kepulauan Talaud untuk bersama-sama menjaga ketertiban serta kondusifitas di kepulauan Talaud. 

Kronologi

Peristiwa bermula saat Berkam Sawiduling sedang memancing di pelabuhan.

Tiba - tiba muncul sekelompok orang yang berteriak-teriak dalam keadaan diduga mabuk.

Saat didekati, korban menyadari bahwa mereka merupakan oknum anggota Lanal Melonguane.

Merasa resah, korban menegur para oknum tersebut sambil merekam menggunakan ponsel.

“Karena saya merekam, mereka langsung memukul saya. Saya dikeroyok sampai jatuh, tapi tetap dipukul dalam posisi terjatuh,” ungkap Korban.

Setelah kejadian, korban langsung dilarikan ke RS Mala untuk mendapatkan perawatan.

Kejadian tidak berhenti di situ.

Sekitar pukul 01.00 Wita, sekitar 30 anggota keluarga korban mendatangi dermaga kapal untuk menuntut pertanggungjawaban oknum TNI AL tersebut. 

Namun, kedatangan mereka justru memicu cekcok yang berkembang menjadi pemukulan kembali.

Enam anggota keluarga korban dilaporkan menjadi korban pemukulan oleh sekitar 20 oknum anggota TNI AL.

Keterangan Danlanal Melonguane

Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Melongguane, Letkol Laut (P) Yogie Kuswara, memberikan keterangan resmi terkait dugaan tindak penganiayaan yang melibatkan sejumlah oknum anggota terhadap warga sipil.

Letkol Laut (P) Yogie Kuswara menjelaskan bahwa pihak Lanal Melongguane telah melakukan mediasi dengan keluarga para korban dan permasalahan tersebut telah diselesaikan dengan baik.

“Sudah ada mediasi antara pihak Lanal dan keluarga korban, dan semuanya telah terselesaikan dengan baik,” ujar Yogie Kuswara.

Ia menegaskan, pihak Lanal Melongguane siap bertanggung jawab atas kondisi para korban yang terdampak dalam peristiwa tersebut.

Selain itu, Danlanal memastikan bahwa oknum prajurit yang diduga terlibat dalam tindakan penganiayaan telah diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku di lingkungan TNI.

“Para pelaku yang diduga melakukan penganiayaan sudah diproses di pengadilan militer, sesuai dengan ketentuan yang ada,” jelasnya.

(MICHAEL H)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image