BREAKING NEWS

Gabungan Lembaga dan Ormas Akan Gelar Aksi Damai, Rizki Singgih: Kami Hadir Membantu dan Menyuarakan Aspirasi Masyarakat Muba

Gabungan Lembaga dan Ormas Akan Gelar Aksi Damai, Rizki Singgih: Kami Hadir Membantu dan Menyuarakan Aspirasi Masyarakat Muba


SEKAYU, MUBA, RedaksiNews.co.id
 Gabungan solidaritas lembaga, organisasi kemasyarakatan (ormas), aktivis, dan elemen masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) akan menggelar aksi damai pada Kamis, 11 Juni 2026. Aksi tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap implementasi Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 14 Tahun 2025 sekaligus menyampaikan aspirasi masyarakat yang terdampak penataan sektor migas rakyat.

Berdasarkan surat pemberitahuan aksi yang telah disampaikan kepada Polres Musi Banyuasin, kegiatan akan dimulai pukul 09.00 WIB dengan titik kumpul di depan Stadion Serasan Sekate, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian aspirasi di Kantor Bupati Muba dan Mapolres Musi Banyuasin.

Aksi ini diikuti oleh berbagai organisasi dan lembaga yang tergabung dalam gerakan solidaritas masyarakat Muba.

 Salah satu orator yang dijadwalkan menyampaikan aspirasi adalah Rizki Singgih, Ketua DPC Forum Cakar Sriwijaya Kabupaten Musi Banyuasin.

Dalam keterangannya, Rizki Singgih menegaskan bahwa keikutsertaan Forum Cakar Sriwijaya dalam aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap nasib masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup pada sektor tambang rakyat dan penyulingan minyak tradisional.

“Kami mendukung kebijakan pemerintah yang bertujuan menata sektor migas rakyat agar lebih baik dan sesuai aturan. Namun, pemerintah juga harus hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat yang terdampak, terutama para pekerja tambang rakyat dan penyuling minyak tradisional yang selama ini menggantungkan ekonomi keluarganya dari sektor tersebut,” ujar Rizki Singgih. Rabu 10/6/2026.

Menurutnya, aksi damai yang akan digelar bukan untuk menolak aturan pemerintah, melainkan untuk mendorong lahirnya kebijakan yang berkeadilan dan berpihak kepada masyarakat kecil.

“Kami hadir untuk membantu masyarakat Muba menyampaikan aspirasi secara damai dan konstitusional.

 Jangan sampai penataan yang dilakukan justru menimbulkan persoalan sosial baru, seperti meningkatnya pengangguran dan kesulitan ekonomi warga. 

Karena itu kami meminta pemerintah pusat maupun daerah menyiapkan program pembinaan, pemberdayaan, dan lapangan pekerjaan alternatif,” tegasnya.

Rizki juga mengajak seluruh peserta aksi untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama kegiatan berlangsung serta menghormati ketentuan hukum yang berlaku.

Sementara itu, dalam surat pemberitahuan aksi disebutkan bahwa tuntutan utama yang akan disampaikan antara lain mendukung implementasi Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025, meminta solusi bagi pekerja penyuling minyak tradisional, mendorong program pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta mengharapkan kebijakan yang berkeadilan antara penegakan hukum dan perlindungan ekonomi rakyat. 

Aspirasi serupa juga telah menjadi perhatian berbagai elemen masyarakat Muba dalam sejumlah aksi sebelumnya terkait sektor minyak rakyat. 

Aksi damai tersebut diperkirakan akan diikuti ratusan peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Musi Banyuasin dengan harapan pemerintah dapat mendengar dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat secara bijaksana.(red
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image