Sukriadi: Kritik Proyek Bangsalae Sah, Tapi Tuduhan Harus Berbasis Bukti
Sukriadi: Kritik Proyek Bangsalae Sah, Tapi Tuduhan Harus Berbasis Bukti
REDAKSINEWS.CO.ID WAJO – Sukriadi, SH, aktivis sekaligus pemerhati pembangunan daerah, menilai kebijakan perubahan desain atau review design pada Proyek Destinasi Wisata Bangsalae merupakan langkah yang tepat dan perlu dipandang sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah daerah, bukan tanda adanya masalah.
Menurutnya, peninjauan ulang desain penting dilakukan sebelum pekerjaan dilanjutkan agar tidak muncul persoalan di kemudian hari. Dengan cara ini, pemerintah dapat mengetahui dengan jelas bagian mana yang sudah selesai, mana yang perlu disempurnakan, dan apa saja yang masih harus dikerjakan. Hal ini sekaligus menjadi cara untuk mencegah terjadinya pembayaran ganda atau perencanaan yang kurang matang.
“Kalau dilakukan dengan benar, perubahan desain justru membantu memilah pekerjaan lama, sisa pekerjaan, dan kebutuhan penyesuaian. Jadi fungsinya penting agar tidak terjadi pembayaran ganda atau perencanaan yang asal-asalan,” ujar Sukriadi.
Mengenai berbagai tudingan yang muncul terkait proyek senilai Rp7,5 miliar tersebut, seperti dugaan kualitas buruk, pekerjaan tidak selesai, hingga penyimpangan anggaran, Sukriadi menegaskan bahwa hal itu harus dibuktikan secara resmi dan berbasis data. Pengawasan masyarakat memang penting dan wajar, namun kesimpulan akhir harus didasarkan pada pemeriksaan dokumen serta hasil audit dari lembaga yang berwenang.
Meski begitu, Sukriadi tetap mendorong Dinas Pemuda dan Olahraga Wajo untuk memberikan penjelasan terbuka kepada publik. Transparansi dianggap perlu agar tidak muncul dugaan atau penafsiran yang tidak benar di kalangan masyarakat.
“Kalau pemerintah membuka informasi dengan baik, kecurigaan publik bisa ditekan. Yang dibutuhkan adalah komunikasi yang jelas, bukan saling tuding,” katanya.
Ia juga berharap DPRD dan Inspektorat Daerah menjalankan tugas pengawasan secara objektif, yaitu berdasarkan dokumen, fakta di lapangan, kontrak kerja, kemajuan pekerjaan, serta hasil evaluasi teknis, bukan hanya sekadar dugaan. Apabila memang ditemukan kekurangan, hal itu harus dicatat dan ditangani secara profesional.
Menurut Sukriadi, tujuan pengawasan yang baik bukan hanya untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan pembangunan berjalan sesuai aturan dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Pasalnya, kawasan Bangsalae memiliki potensi besar untuk menjadi pusat kegiatan ekonomi baru bagi warga Wajo.
Oleh karena itu, polemik yang terjadi sebaiknya tidak menghentikan proses pembangunan. Kritik tetap diperlukan, namun harus diarahkan untuk memperbaiki, bukan menghambat kemajuan.
“Proyek yang sudah berjalan membutuhkan kepastian arah, bukan hanya perdebatan. Masyarakat Wajo tidak hanya membutuhkan kritik, tetapi juga solusi,” tegasnya.
Sukriadi menegaskan bahwa peninjauan desain dan kelanjutan pembangunan Bangsalae sebaiknya dipandang sebagai kesempatan untuk menyempurnakan hasil pekerjaan. Penyesuaian desain perlu dilakukan jika memang diperlukan, hasil pekerjaan yang sudah selesai harus dicatat dengan benar, dan sisa pekerjaan harus dihitung secara jelas.
Dengan begitu, peninjauan desain bukanlah cara untuk menutupi masalah, melainkan menjadi panduan agar pembangunan Bangsalae memiliki dasar teknis yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.

