BREAKING NEWS

Sumbat Infrastruktur Hambat Potensi Agrowisata Gang Pariwisata Balikpapan

 


RedaksiNews.co.id, ​Balikpapan — Komitmen petani di RT 44 Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur, untuk menyulap wilayahnya menjadi sentra agrowisata baru masih terganjal masalah klasik: infrastruktur jalan yang buruk. Padahal, kawasan Jalan Mulawarman di Gang Pariwisata ini menyimpan potensi besar sebagai destinasi wisata edukasi berbasis pertanian di Kota Minyak, Minggu (21/6/2026)


​Sapriansyah (51), salah satu pionir gerakan ini, membeberkan bahwa para petani lokal telah membudidayakan komoditas bernilai tinggi seperti durian, lengkeng, cempedak, alpukat, hingga kelapa hibrida. 


Namun, potensi ekonomi tersebut belum berjalan optimal akibat akses mobilitas yang lumpuh.

​"Karena namanya Gang Pariwisata, kami ingin kawasan ini jadi pusat wisata buah. Tapi syarat utamanya akses jalan harus dibenahi. Kalau jalan bagus, kendaraan pembeli dan wisatawan bisa langsung masuk ke kebun," ujar 


Sapriansyah mengungkapkan 

selain masalah aksesibilitas, para petani saat ini juga harus berhadapan dengan badai inflasi harga pupuk serta cuaca ekstrem yang tidak menentu.


​Rencana Hilirisasi dan Edukasi

​Kendati didera keterbatasan sarana, para petani menolak pasrah. Mereka telah merancang cetak biru (blueprint) pengembangan kawasan yang mencakup:

​Pusat Pembibitan Mandiri: Mengurangi ketergantungan bibit dari luar daerah.

​Destinasi Edukasi Keluarga: Paket wisata petik buah dan edukasi pertanian untuk anak sekolah.

​Hilirisasi Produk (Kafe Kebun): Rencana pendirian kedai yang mengolah langsung hasil panen menjadi produk bernilai tambah seperti jus alpukat premium dan olahan durian.


​Desak Komitmen Pemerintah Kota


​Para petani kini mendesak Pemerintah Kota Balikpapan untuk segera merealisasikan pembangunan jalan penghubung menuju kawasan pantai yang melintasi wilayah mereka. Infrastruktur tersebut dinilai menjadi kunci pembuka investasi sekaligus pemulihan ekonomi sektor hilir.


​"Harapan kami sederhana, bangun jalannya dulu. Jika akses terbuka, sektor pertanian dan pariwisata akan hidup beriringan, dan efek ekonominya langsung dirasakan masyarakat bawah," tegas Sapriansyah.

(Marudut Sijabat)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image